Rabu, 27 Mei 2015

Membangun Karakter Bangsa dari Pendidikan Kewarganegaraan



Membangun Karakter Bangsa dari Pendidikan Kewarganegaraan



A.    Pengertian atau Hakekat PKN
Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sudah beberapa kali mengalami perubahan nama, mulai dari Pendidikan Moral Pancasila (PMP), Kewarganegaraan (KWN) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), sekarang Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), dan jika kurikulum yang baru diberlakukan tahun 2015 akan kembali kepada Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).
Pendidikan Kewarganegaraan (Citizenship) merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan diri yang beragam dari segi agama, sosio-kultural, bahasa, usia dan suku bangsa untuk menjadi warga negara yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945 (Kurikulum Berbasis Kompetensi, 2004). Pendidikan Kewarganegaraan mengalami perkembangan sejarah yang sangat panjang, yang dimulai dari Civic Education, Pendidikan Moral Pancasila, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, sampai yang terakhir pada Kurikulum 2004 berubah namanya menjadi mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
Pendidikan Kewarganegaraan dapat diartikan sebagai wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia yang diharapkan dapat diwujudkan dalam bentuk perilaku kehidupan sehari-hari peserta didik sebagai individu, anggota masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Landasan PKn adalah Pancasila dan UUD 1945, yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia, tanggap pada tuntutan perubahan zaman, serta Undang Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Kurikulum Berbasis Kompetensi tahun 2004 serta Pedoman Khusus Pengembangan Silabus dan Penilaian Mata Pelajaran Kewarganegaraan yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Nasional-Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Menengah-Direktorat Pendidikan Menengah Umum.
Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara yang berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945, cerdas dan terampil menurut Helmi Hasan (2004) bahwa Civic Education itu adalah pembelajaran, dimana guru dan siswa harus mampu mengawasi kebijkan pemerintah. Sementara itu menurut Yulinar Nur (2004) melihat ada tiga kompetensi yang harus diperhatikan guru dalam PKn yang mampu mengotrol kebijakan pemerintah, yaitu (1), peserta didik mampu berpikir kritis, rasional dan kreatif, dalam merespon isu-isu Kewarganegaraan, (2), peserta didik mampu berpartisipasi secara cerdas dan bertanggung jawab dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dan (3), peserta didik mampu membentuk diri berdasakan kepada karakter-karakter positif masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia yang demokratis.
Sebagai mana lazimnya semua mata pelajaran, mata pelajaran PKn memiliki visi, misi, tujuan dan ruang lingkup isi, visi mata pelajaran PKn adalah terwujudnya suatu pelajaran yang berfungsi sebagai sarana pembinaan watak bangsa (Nation and Character Building) dan pemberdayaan warga negara. Adapun misi pelajaran PKn adalah membentuk warga negara yang baik, yakni warga negara yang sanggup melaksanakan hak dan kewajibannya dalam kehidupan berbangsa, dan bernegara sesuai dengan UUD 1945, sementara tujuan PKn adalah (1), peserta didik memiliki kemampuan berfikir secara rasional, kritis, dan kreatif sehingga mampu memahami berbagai wacana kewarganegaraan, (2), peserta didik memiliki keterampilan intelektual dan keterampilan berpartisipasi secara demokratis dan bertanggung jawab, (3), peserta didik memiliki watak dan kepribadian yang baik, sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Sejalan dengan tujuan PKn, aspek-aspek kompetensi yang hendak dikembangkan dalam Pembelajaran PKn mencakup Pengetahuan Kewarganegaraan (civic knowledge) yang menyangkut berbagai teori dan konsep politik, hukum, dan moral, Keterampilan Kewarganegaraan (civic sklils), meliputi keterempilan intelektual (Intelectual Skills ), keterampilan berpartisipasi (Paticipatory skills) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karakter Kewarganegaraan (civic disposition ) ini merupakan dimensi yang paling substansif dan essensial dalam pembelajaran PKn, karena dengan menguasai pengetahuan kewarganegaraan dan keterampilan kewarganegaraan akan membentuk watak/karakter, sikap dan kebiasaan hidup sehari-hari yang mencerminkan warga negara yang baik. Misalnya, religius, jujur, adil, demokratis, menghargai perbedaan, menghormati hukum, menghormati HAM, memiliki semangat kebangsaan yang kuat, rela berkorban dan sebagainya.
Jika dilihat dari karakteristik pembelajaran PKn di atas, implikasinya lebih banyak kepada pengetahuan kewarganegaraan yang lebih banyak meliputi pengetahuan tentang hak dan kewajiban warga negara, HAM, prinsip-prinsip dan proses demokrasi, lembaga-lembaga negara dan keterampilan intelektual dalam merespons berbagai persoalan politik dan hukum, kurang terlihat adanya pembentukan karakter bangsa yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, seperti yang diajarkan dalam Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).

B.     Membangun Karakter Bangsa
Sebagai seorang guru PKn saya tak habis pikir, kenapa Pancasila sampai diabaikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara umumnya dan dalam dunia pendidikan khususnya, padahal Pancasila merupakan Idiologi bangsa dan Dasar Negara. Pancasila sebagai Idiologi negara atau falsafah hidup bangsa hendaknya memiliki peranan besar dalam membangun karakter bangsa yang mengalami dekadensi moral, begitupun dalam dunia pendidikan formal yang lebih mengedepankan Ranah Kognitif sebagai hasil akhir dari belajar, tetapi mengeyampingkan Ranah afektif dan psikomotor yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Perumusan Pancasila oleh The Founding Father digali dari kepribadian asli bangsa Indonesia sendiri yang dirumuskan ke dalam 5 dasar/sila yang sudah sangat tepat dan fleksibel sebagai nilai-nilai dan karakter bangsa. Apalagi di era globalisasi sekarang ini, Pancasila hendaknya dijadikan kepribadian agar kita mampu memfilter setiap pengaruh yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.
Pancasila sebagai dasar negara merupakan nilai dasar yang normatif terhadap seluruh penyelenggaraan ketatanegaraan, yang menjadi dasar falsafah negara yang memuat norma-norma paling mendasar untuk menentukann keabsahan penyelenggaraan negara dan kebijakan-kebijakan penting yang diambil dalam proses pemerintahan, dalam hal ini kedudukan Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum, artinya segala sikap dan perilaku para penyelenggara negara atau pemerintah dan semua warga negara Indonesia harus merujuk kepada pancasila dan tidak boleh bertentangan dengan Pancasila.
Dengan adanya gagasan pemerintah tentang pendidikan karakter yang entah bagai mana penerapannya yang pasti dalam pendidikan, semakin mengaburkan nilai-nilai murni Pancasila sebagai Ideologi bangsa, karena sepanjang pengetahuan saya pendidikan karakter yang akan diterapkan itu dirumuskan lagi point-point nya, padahal sudah ada Pancasila dengan 36 butir nilai-nilainya yang dapat dijadikan butir-butir pendidikan karakter, pemerintah tinggal memikirkan bagai mana penerapan yang tepat sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini.
Dalam pendidikan formal, mata pelajaran Pendidikan Kewaganegaraan (PKn), atau lebih tepat PPKN atau PMP kembali merupakan satu-satunya Mata Pelajaran yang langsung memberikan pendidikan tentang kewarganegaraan dan membangun karakter peserta didik (Character Building) sesuai dengan Pancasila. Jika pergantian kurikulum ikut mengubah nama dan materi PPKN dengan meninggalkan Pancasila sebagai karakter yang mesti diterapkan kepada peserta didik, dikhawatirkan ke depannya generasi muda Indonesia semakin mengalami keterpurukan karakter atau karakter yang buruk (bad character) dapat dibayangkan apa yang akan terjadi dengan negara ini, sekarang saja sudah terlihat dampaknya, maraknya tawuran pelajar yang sudah menjurus kepada tindakan kriminil, pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pelajar dan sebagainya.






C.    Tujuan Pembelajaran PKN

Tujuan mata pelajaran Kewarganegaraan adalah sebagai berikut ini:

1.      Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menangggapi isu kewarganegaraan.
2.      Berpartisipasi secara bermutu dan bertanggungjawab, dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
3.      Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan pada karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lain.
4.      Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. (Kurikulum KTSP, 2006).

Sebagai calon guru saya berharap, Mata Pelajaran PKn akan kembali kepada PPKN dimana materinya lebih banyak kepada membangun karakter siswa, bukan ranah kognitif atau teori, tetapi lebih banyak ranah afektif dan psikomotornya, agar peserta didik memiliki karakter Pancasila yang diharapkan mampu menempatkan dirinya dalam arus globalisasi, terutama sekali dalam menyikapi kemajuan teknologi informasi.


Rabu, 20 Mei 2015

Silabus dan RPP Tema Budi Pekerti kelas 1 semester 1



TEMA BUDI PEKERTI
KELAS 1 SEMESTER 1

Mata Kuliah Pengembangan Pembelajaran IPS di SD
Dosen : Ulfa Mawardi, M.Pd









Disusun Oleh

Jumiati ( 2013820098 )








FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2015








KATA PENGANTAR


            Puji serta syukur marilah kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kesehatan serta kesempatan yang baik dalam menyusun makalah yang Insya Allah bermanfaat, aamiin. Makalah yang telah penyusun susun ini bertema
“Budi Pekerti” pada kelas satu semester satu.
            Makalah yang penyusun susun ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengembangan Pembelajaran IPS di SD oleh dosen Ibu Ulfa Mawardi, M.Pd di Universitas Muhammadiyah Jakarta pada semester empat.
            Penyusun makalah ini menyadari bahwa makalah yang penyusun susun ini jauh dari kata sempurna. Masih banyak kekurangan dari makalah ini, penyusun mohon dengan tulus untuk dapat dimaklumi. Oleh karena itu mohon kritik dan saran untuk proses pembelajaran penyusun selanjutnya. Dan penyusun berharap makalah yang penyusun susun ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan penyusunnya. Aamiin.







Cirendeu, Mei  2015

Penulis







SILABUS PEMBELAJARAAN TEMATIK 



SEKOLAH DASAR KELAS 1 SEMESTER 1

TEMA: Budi Pekerti


Standar
Kompetensi
Kompetensi Dasar
Materi Pokok dan Uraian Materi
Kegiatan Belajar
Indikator  Pencapaian Kompetensi 
Penilaian
Alokasi  Waktu
Sumber/ Bahan/ Alat
1. IPS :
Memahami identitas diri dan keluarga serta sikap saling                             menghormati   dalam kemajemukan keluarga.

·     Menunjukkan sikap hidup rukun dalam  kemajemukan  keluarga.


·     sikap hidup rukun

·     Siswa dapat menjelaskan kemajemukan keluarga ( jenis kelamin, agama, suku bangsa, kebiasaan )
·     Siswa dapat menjelaskan manfaat hidup rukun dalam keluarga


·     Memberi contoh kemajemukan keluarga ( jenis kelamin, suku bangsa, agama, kebiasaan, dll )
·     Menjelaskan manfaat hidup rukun dalam keluarga .


Lisan
Tertulis

3 minggu

Buku Tematik
Pengembangan
Guru
2. IPA  : 
Mengenal cara mememlihara lingkungan agar tetap sehat

·     Membedakan lingkungan  sehat dan tidak sehat.


·     lingkungan  sehat dan tidak sehat.


·     Siswa dapat mengemukakan ciri-ciri lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat
·     Siswa dapat menjelaskan hal hal yang menyebabkan lingkungan menjadi  kotor
·     Siswa dapat membiasakan membuang sampah pada tempatnya


·     Mengemukakan ciri-ciri lingkungan yang sehat dan ciri ciri lingkungan yang tidak sehat.
·     Menjelaskan bahwa air kotor tumpukkan sampah, asap kendaraan merupakan kondisi lingkungan kurang baik bagi kesehatan
·     Membiasakan membuang sampah pada tempatnya.

Lisan




3. PKN            :  Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan.

·     Menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah.

·     hidup rukun

·     Siswa dapat menunjukkan sikap saling menghargai perbedaan dan tidak membeda-bedakan perlakuan di rumah maupun di sekolah.


·     Menunjukkan sikap saling menghargai perbedaan dalam lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah.
·     Menunjukkan sikap tidak membeda-bedakan perlakuan di rumah dan di sekolah.


Portofolio


4. Matematika  :  Menggunakan pengukuran waktu dan panjang

·     Menentukan lama suatu  kejadian berlangsung.
·     Mengenal panjang suatu  benda melalui kalimat sehari-hari. ( pendek panjang ) dan  membandingkannya.


·     pengukuran waktu dan panjang

·     Siswa dapat menyebutkan, membandingkan,  panjang suatu benda melalui kalimat sehari-hari.
·     Siswa dapat mengenal jarak dekat dan jauh.


·     Memberi contoh kegiatan sehari-hari yang dilakukan sebentar.
·     Memberi contoh kegiatan sehari-hari yang dilakukan lama.
·     Menyebutkan panjang suatu benda melalui kalimat sehari-hari ( pendek , panjang )
·     Memberi contoh benda yang panjang dan benda yang pendek.
·     Membandingkan panjang suatu benda ( lebih panjang, lebih  pendek
·     Mengenal jarak dekat dan jauh.


Lisan
Tertulis


5. Bahasa Indonesia 
Mendengarkan :
·     Memahami bunyi bahasa, perintah dan dongeng yang dilisankan.
Berbicara         :
·     Mengungkapkan  fikiran, perasaan, dan informasi secara lisan dengan perkenalan dan tegur sapa, pengenalan, benda dan fungsi anggota tubuh, dan deklamas.
Membaca         : 
·     Memahami teks pendek dengan membaca nyaring.
Menulis            : 
·     Menulis permulaan dengan menjiplak menebalkan, mencontoh, melengkapi, dan menyalin.


·     Melaksanakn sesuatu sesuai dengan perintah dan petunjuk guru.
·     Menyebutkan tokoh-tokoh  dalam cerita.
·     Membaca nyaring suku kata dan kata  dengan lafal  yang  tepat.
·     Menjiplak berbagai bentuk  gambar, lingkaran, dan bentuk huruf.
·     Menebalkan berbagai bentuk gambar, lingkaran dan bentuk huruf.
·     Mencontoh huruf , kata, atau kalimat sederhana dari buku  atau papan tulis  dengan benar.
·     Melengkapi kalimat yang belum selesai berdasarkan gambar


·     Teks yang terdiri atas berbagai kalimat perintah ( untuk dibaca oleh guru saja)
·     Mendengarkan dongeng dan menceritakan kembali.
·     Suku kata, kata dan kalimat sederhana.

·     Siswa dapat melakukan sesuatu sesuai dengan perintah atau permintaan.
·     Siswa dapat menceritakan kembali isi dongeng dengan kalimatnya sendiri.
·     Siswa dapat menjawab pertanyaan tentang disi dongeng dan memeragakan tokoh dongeng.
·     Siswa dapat membaca nyaring.
·     Siswa dapat menjiplak dan menebalkan berbagai bentuk huruf, gambar.
·     Siswa dapat menuliskan kata dan kalimat yang didiktekan guru.
·     Siswa dapat menyalin kalimat dari papan tulis / buku pke dalam buku tulis sendiri.


·     Melakukan sesuatu sesuai perintah atau permintaan guru.
·     Menceritakan kembali isi dongeng dengan kalimatnya sendiri
·     Menjawab pertanyaan dan menjelaskan isi dongeng.
·     Memperagakan tokoh dongeng di depan kelas.
·     Membaca nyaring ( didengar siswa )
·     Membaca nyaring kalimat sederhana dengan lafal dan intonasi yang tepat.
·     Mengenali huruf – huruf dan membacanya sebagai suku kata, kata –kata dan kalimat sederhana.
·     Menjiplak berbagai bentuk huruf dan gambar.
·     Menebalkan berbagai bentuk gambar, dan bentuk huruf.
·     Menyalin / mencontoh huruf kata , kalimat, dari papan tulis atau buku dengan benar dengan menggunakan huruf lepas.
·     Menyalin / mencontoh kalimat dari buku atau papan tulis yang ditulis guru dan menyalinnya pada buku sendiri dengan menggunakan huruf tegak bersambung.
·     Melengkapi kalimat yang belum selesai sesuai dengan gambar


Lisan
Tertulis
Perbuatan


6. Seni Budaya dan Keterampilan  :
Mengapresiasi karya seni tari.



·     Menunjukkan sikap  apresiatif terhadap gerak  tari menurut tingkat tinggi



·     Unsur gerak tari bersumber dari gerak hewan , tumbuhan,dan bunyi iringan



·     Siswa dapat mengelompokkan gerakan tari sesuai dengan level.
·     Siswa dapat mengidentifikasi gerak keseimbangan pola lantai.
·     Siswa dapat mengidentifikasi bentuk iringan tari dengan menggunakan bunyi bersumber dari tubuh ( internal.



·     Mengelompokkan gerak tari sesuai level.
·     Mengidentifikasi gerak keseimbangan pola lantai.
·     Mengidentifikasi bentuk iringan tari dengan menggunakan bunyi yang bersumber dari tubuh. (internal ).



Lisan
Tertulis
Perbuatan


§  
v  Karakter siswa yang diharapkan :
Disiplin ( Discipline )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Toleransi ( Tolerance )
Percaya diri ( Confidence )
Keberanian ( Bravery )
§   

§  


Mengetahui
Kepala Sekolah SD/MI ……



( …………………………… )
NIP/NIK :

……...., ………………… 20…        
Guru Tematik Kelas  I



( ……………………………… )
NIP/NIK :







Rencanan Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP)
 

Nama Sekolah   :  SDN Joglo 06 Pagi
Mata Pelajaran  : Ilmu Pengetahuan Sosial
Kelas/Semester   :  I / 1
Alokasi Waktu   : 1x35 menit

Standar Kompetensi
Memahami identitas diri dan keluarga serta sikap saling menghormati dalam kemajemukan keluarga.           

Kompetensi Dasar
Menunjukkan sikap hidup rukun dalam  kemajemukan  keluarga.

Indikator
·     Memberi contoh kemajemukan keluarga (jenis kelamin, agama, suku bangsa, kebiasaan)
·     Menjelaskan manfaat hidup rukun dalam keluarga

Tujuan Pembelajaran
·         Siswa dapat menjelaskan kemajemukan keluarga (jenis kelamin, agama, suku bangsa, kebiasaan)
·         Siswa dapat menjelaskan manfaat hidup rukun dalam keluarga

Karakter Siswa yang Diharapkan
Disiplin ( Discipline )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Toleransi ( Tolerance )
Percaya diri ( Confidence )
Keberanian ( Bravery )

Materi Ajar  ( Materi Pokok )
Hidup rukun dalam kemajemukan keluarga

Metode Pembelajaran
·     Ceramah plus
·         Picture and picture
·         Demonstrasi
·         Pemberian tugas

Langkah-langkah pembelajaran
     
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi Waktu
Pendahuluan
o   Guru memberi salam kepada siswa dilanjutkan berdoa untuk memulai pelajaran
o   Guru menanyakan kabar siswa
Guru menggunakan metode ceramah plus, dimana adanya tanya jawab terkait apabila ada siswa yang terlihat lesu atau sakit
o   Guru mengabsen siswa
o   Guru mengajak siswa bernyanyi sebelum memulai pelajaran






10 Menit
Inti

o   Guru menjelaskan kemajemukan keluarga sebagai kekayaan budaya yang harus dihargai.
o   Guru meminta siswa mengamati foto keluarga besar, guru menyebutkan kemajemukan dalam keluarga.
o   Guru menjelaskan bahwa kemajemukan keluarga dalam kebiasan, jenis kelamin, agama, suku bangsa, harus disikapi dengan baik agar tercipta kerukunan hidup.
o   Guru menampilkan dan menjelaskan gambar berupa kemajemukan kebiasaan dan profesi dalam keluarga.
o   Guru membagi siswa dalam setiap kelompok
Hal ini karena guru menggunakan strategi kooperatif dimana siswa belajar secara berkelompok agar lebih menyenangkan.
o   Guru memberikan lembar kerja pada setiap kelompok dan masing-masing kelompok diberikan waktu untuk mengerjakannya.
o   Guru meminta perwakilan kelompok maju ke depan untuk membahas jawaban dari tugas dengan menggunakan metode picture and picture
o   Guru memberikan apresiasi berupa tepuk tangan bagi perwakilan kelompok yang berani maju.








20 menit
Penutup
o   Guru memberi nasihat agar siswa hidup rukun disekolah dan di rumah.
o   Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
o   Guru membuat kesimpulan dari tiap materi yang disampaikan.
o   Guru mengajak semua siswa berdo’a untuk mengakhiri pelajaran



5 menit

Sumber dan Alat Belajar
  • Buku Sumber :
    1. Buku Pengetahuan sosial SD kelas 1, Penerbit Buku ajar siswa yang relevan

·         Alat :
1.    Laptop dan LCD
2.    Gambar kemajemukan keluarga
3.    Gambar hidup rukun dan tidak rukun.

Penilaian
Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran    
Indikator Pencapaian Kompetensi
Penilaian
Teknik
Bentuk
 Instrumen
Contoh
Instrumen
1.    IPS :
·   Memberi contoh kemajemukan keluarga ( jenis kelamin, suku bangsa, agama, kebiasaan, dll )
·   Menjelaskan manfaat hidup rukun dalam keluarga .



Tes lisan

Tes tertulis


Tes uraian

LKS

Lembar observasi
1.    IPS :
·   Sebutkanlah contoh kemajemukan keluarga ( jenis kelamin, suku bangsa, agama, kebiasaan, dll )
·   Jelaskanlah manfaat hidup rukun dalam keluarga .



I. Kriteria Penilaian      
1. Produk ( hasil diskusi )
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.
Konsep
* semua benar
* sebagian besar benar
* sebagian kecil benar
* semua salah
4
3
2
1

 2. Performansi
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.



2.
Kerjasama



Partisipasi
* bekerjasama
* kadang-kadang kerjasama
* tidak bekerjasama

* aktif  berpartisipasi
* kadang-kadang aktif
* tidak aktif
4
2
1

4
2
1

 3. Lembar Penilaian
No
Nama Siswa
Performan
Produk
Jumlah Skor
Nilai
Kerjasama
Partisipasi
1.
2.
3.
4.
5.










  CATATAN :
  Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.





Mengetahui
Kepala Sekolah SDN Joglo 06 Pagi



( ………………..………… )
NIP/NIK : …………………

Jakarta, 11 Mei 2015        
Guru Kelas I




( …………………...……… )
NIP/NIK : …………………






MATERI

Ø  hidup rukun dan tidak rukun
1.     contoh hidup rukun
perhatikan contoh
wati dan budi kakak beradik
wati dan budi murid sdn 1 sukamaju
wati dan budi berangkat sekolah bersama
wati gemar menanam bunga
budi membantu wati menyiram bunga
bunga wati tumbuh subur
gambar 4.4 wati dan budi
berangkat sekolah
gambar 4.5 budi membantu wati








2.    hidup tidak rukun
perhatikan contoh
budi hadi dan doni bermain kelereng
doni kalah bermain kelereng
doni menuduh hadi curang
hadi dan doni bertengkar
nita punya mainan baru
adik ingin pinjam mainan nita
nita tidak mau meminjami
adik merebut mainan nita
nita dan sita kakak beradik
sekolah nita dekat sekolah sita
sita ingin berangkat sekolah bersama nita
nita tidak mau

hidup rukun dalam keluarga
kamu mempunyai keluarga
kamu harus rukun dalam keluarga
contoh
tidak suka mau menang sendiri


hidup rukun dalam perbedaan
antar anggota keluarga
dalam keluarga ada perbedaan perbedaan
contoh
perbedaan makanan kesukaan
perbedaan warna pakaian kesukaan
perhatikan perbedaan dalam keluarga budi
􀁺 wati suka menari
􀁺 budi suka menggambar
􀁺 pak rahmat suka berkebun
􀁺 bu siti suka membaca











Daftar Pustaka



Khristianti,Dian. RPP Tematik Kelas 1.

bse.kemdikbud.go.id/download/fullbook/20090904220303

pustaka-pendidikan-indonesia.blogspot.com/.../silabus-tematik-berkarakter-kelas-1-sd_8028.htm